Antibodi Poliklonal Kelinci SOWAHC
WB | 1:500 - 1:1000 |
IHC | 1:50 - 1:200 |
Deskripsi | Antibodi poliklonal kelinci terhadap SOWAHC |
Kekhususan | Mengenali kadar protein SOWAHC endogen. |
Tipe Antibodi | Antibodi primer |
Imunogen | Peptida sintetik terkonjugasi KLH-meliputi urutan dalam wilayah terminal C-SOWAHC manusia. Urutan persisnya adalah hak milik. |
Pemurnian | Antibodi dimurnikan dengan kromatografi afinitas imunogen. |
Berat Molekul | Prediksi: 55 kD; Diamati: 55 kD |
Formulir/Penyangga | Cairan dalam 0,42% Kalium fosfat, 0,87% Natrium klorida, pH 7,3, 30% gliserol, dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | ANKRD57; C2orf26; Domain ulang Ankyrin - mengandung protein SOWAHC; Domain ulang Ankyrin - mengandung protein 57; Protein sosondowah homolog C |
Simbol Gen | SOWAHC |
Entrez Gene | 65124 (Manusia) |
SwissProt | Q53LP3 (Manusia) |
*Nomor Klon, Reaktivitas, Sumber/Host, dan Klonalitas dapat ditemukan di bagian nama produk dan Fitur Utama di atas.

Analisis Western blot terhadap ekspresi SOWAHC pada lisat sel utuh MDAMB231 (A), HepG2 (B), A549 (C). (Ukuran pita yang diprediksi: 55 kD; Ukuran pita yang diamati: 55 kD)

Analisis imunohistokimia pewarnaan SOWAHC pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin karsinoma serviks manusia. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.
FAQ
Produk Baru
Lembar Data
