Melarang Antibodi Monoklonal Tikus (C3771)
WB | 1:500 - 1:1000 |
IHC | 1:50 - 1:200 |
Deskripsi | Antibodi monoklonal tikus terhadap Prohibitin |
Kekhususan | Mengenali kadar protein Prohibitin endogen. |
Tipe Antibodi | Antibodi primer |
Imunogen | Protein fusi rekombinan dari Prohibitin manusia. Urutan persisnya adalah hak milik. |
Pemurnian | Antibodi ini dimurnikan melalui kolom protein G. |
Berat Molekul | Prediksi : 29 kD; Diamati : 30 kD |
Formulir/Penyangga | IgG2b tikus kalau begitu. Cairan dalam PBS, pH 7,3, 30% gliserol, dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | Larangan |
Simbol Gen | PHB |
Entrez Gene | 5245(Manusia); 18673(Tikus); 25344 (Tikus) |
SwissProt | P35232(Manusia); P67778(Tikus); P67779(Tikus) |
*Nomor Klon, Reaktivitas, Sumber/Host, dan Klonalitas dapat ditemukan di bagian nama produk dan Fitur Utama di atas.

Analisis Western blot terhadap ekspresi Prohibitin pada lisat sel utuh 293 (A), MCF7 (B), HepG2 (C), NIH3T3 (D), hati tikus (E). (Ukuran pita yang diprediksi: 29 kD; Ukuran pita yang diamati: 30 kD)

Analisis imunohistokimia pewarnaan Prohibitin pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin perut manusia. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.
FAQ
Produk Baru
Lembar Data
