Antibodi Poliklonal Kelinci EHHADH
WB | 1:500 - 1:1000 |
IHC | 1:100 - 1:200 |
Deskripsi | Antibodi poliklonal kelinci terhadap EHHADH |
Kekhususan | Mengenali kadar protein EHHADH endogen. |
Tipe Antibodi | Antibodi primer |
Imunogen | KLH-peptida sintetik terkonjugasi yang mencakup urutan dalam wilayah tengah EHHADH manusia. Urutan persisnya adalah hak milik. |
Pemurnian | Antibodi dimurnikan dengan kromatografi afinitas imunogen. |
Berat Molekul | Prediksi: 79 kD; Diamati: 100 kD |
Formulir/Penyangga | Cairan dalam 0,42% Kalium fosfat, 0,87% Natrium klorida, pH 7,3, 30% gliserol, dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | ECHD; Enzim bifungsional peroksisom; PBE; PBFE |
Simbol Gen | EHHADH |
Entrez Gene | 1962(Manusia); 74147(Tikus); 171142(Tikus) |
SwissProt | Q08426(Manusia); Q9DBM2(Tikus); P07896(Tikus) |
*Nomor Klon, Reaktivitas, Sumber/Host, dan Klonalitas dapat ditemukan di bagian nama produk dan Fitur Utama di atas.

Analisis Western blot terhadap ekspresi EHHADH pada lisat sel utuh HEK293T (A), K562 (B), hati tikus (C), ginjal tikus (D). (Ukuran pita yang diprediksi: 79 kD; Ukuran pita yang diamati: 100 kD)

Analisis imunohistokimia pewarnaan EHHADH pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin kanker hati manusia. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.
FAQ
Produk Baru
Lembar Data
