Antibodi Poliklonal Kelinci Sitokrom c
WB | 1:500 - 1:1000 |
IHC | 1:50 - 1:200 |
Deskripsi | Antibodi poliklonal kelinci terhadap Sitokrom c |
Kekhususan | Mengenali kadar protein sitokrom c endogen. |
Tipe Antibodi | Antibodi primer |
Imunogen | Peptida sintetik terkonjugasi KLH-meliputi urutan dalam wilayah istilah N- Sitokrom manusia c. Urutan persisnya adalah hak milik. |
Pemurnian | Antibodi dimurnikan dengan kromatografi afinitas imunogen. |
Berat Molekul | Prediksi : 11 kD; Observasi : 15 kD |
Formulir/Penyangga | Cairan dalam 0,42% Kalium fosfat, 0,87% Natrium klorida, pH 7,3, 30% gliserol, dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | siklus; Sitokrom c |
Simbol Gen | SIKLUS |
Entrez Gene | 54205(Manusia); 13063(Tikus); 100363502; 25309(Tikus) |
SwissProt | P99999(Manusia); P62897(Tikus); P62898(Tikus) |
*Nomor Klon, Reaktivitas, Sumber/Host, dan Klonalitas dapat ditemukan di bagian nama produk dan Fitur Utama di atas.

Analisis Western blot terhadap ekspresi sitokrom c pada MCF7 (A), PC3 (B), HCT116 (C), embrio tikus (D), testis tikus (E) lisat sel utuh. (Ukuran pita yang diprediksi: 11 kD; Ukuran pita yang diamati: 15 kD)

Analisis imunohistokimia pewarnaan sitokrom c pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin kanker usus besar manusia. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.
FAQ
Produk Baru
Lembar Data
