Antibodi Monoklonal Kelinci TNPO3 (C1032)
WB | 1:500 - 1:1000 |
IHC | 1:50 - 1:200 |
Deskripsi | Antibodi monoklonal kelinci rekombinan terhadap TNPO3 |
Kekhususan | Mengenali kadar protein TNPO3 endogen |
Tipe Antibodi | Antibodi primer, Rekombinan |
Imunogen | KLH-peptida sintetik terkonjugasi yang mencakup urutan dalam TNPO3 manusia. Urutan persisnya adalah hak milik. |
Pemurnian | Antibodi dimurnikan dengan kromatografi afinitas imunogen. |
Berat Molekul | Prediksi: 104 kD; Diamati: 100 kD |
Formulir/Penyangga | Cairan dalam PBS, pH 7,4, mengandung 50% gliserol, 0,2% BSA dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | IPO12; Transportasi di -3; Impor-12; Imp12; Transportasi di-SR; TRN-SR |
Simbol Gen | TNPO3 |
Entrez Gene | 23534(Manusia); 320938(Tikus) |
SwissProt | Q9Y5L0(Manusia); Q6P2B1 (Mouse) |

Analisis Western blot terhadap ekspresi TNPO3 pada HEK293T (A), Jurkat (B), hati tikus (C), ginjal tikus (D), hati tikus (E), ginjal tikus (F) lisat sel utuh. (Ukuran pita yang diprediksi: 104 kD; Ukuran pita yang diamati: 100 kD)

Analisis imunohistokimia pewarnaan TNPO3 pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin lambung manusia. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.
FAQ
Produk Baru
MSDS
