Antibodi Poliklonal Kelinci TFIIH 2C
WB | 1:500 - 1:2000 |
IHC | 1:50 - 1:200 |
JIKA/ICC | 1:50 - 1:200 |
Deskripsi | Antibodi poliklonal kelinci terhadap TFIIH 2C |
Kekhususan | Mengenali kadar protein TFIIH 2C endogen |
Tipe Antibodi | Antibodi primer |
Imunogen | Protein fusi rekombinan TFIIH 2C manusia. Urutan persisnya adalah hak milik. |
Pemurnian | Antibodi dimurnikan dengan kromatografi afinitas imunogen. |
Berat Molekul | Prediksi: 44 kD; Teramati : 44 kD |
Formulir/Penyangga | Cairan dalam 0,42% Kalium fosfat, 0,87% Natrium klorida, pH 7,3, 30% gliserol, dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | Faktor transkripsi umum IIH subunit 2-seperti protein; Faktor transkripsi umum IIH polipeptida 2-seperti protein |
Simbol Gen | GTF2H2C; GTF2H2D |
Entrez Gene | 728340; 730394 (Manusia) |
SwissProt | Q6P1K8(Manusia) |
*Nomor Klon, Reaktivitas, Sumber/Host, dan Klonalitas dapat ditemukan di bagian nama produk dan Fitur Utama di atas.

Analisis Western blot ekspresi TFIIH 2C pada lisat sel utuh LO2 (A). (Ukuran pita yang diprediksi: 44 kD; Ukuran pita yang diamati: 44 kD)

Analisis imunohistokimia pewarnaan TFIIH 2C pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin otak tikus. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.
FAQ
Produk Baru
MSDS
