Antibodi Monoklonal Kelinci STAT5B (C1145)
WB | 1:500 - 1:1000 |
IHC | 1:50 - 1:200 |
Deskripsi | Antibodi monoklonal kelinci rekombinan terhadap STAT5B |
Kekhususan | Mengenali tingkat protein STAT5B endogen |
Tipe Antibodi | Antibodi primer, Rekombinan |
Imunogen | KLH-peptida sintetik terkonjugasi yang mencakup urutan dalam STAT5B manusia. Urutan persisnya adalah hak milik. |
Pemurnian | Antibodi dimurnikan dengan kromatografi afinitas imunogen. |
Berat Molekul | Prediksi: 89 kD; Diamati: 90 kD |
Formulir/Penyangga | Cairan dalam PBS, pH 7,4, mengandung 50% gliserol, 0,2% BSA dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | Transduser sinyal dan aktivator transkripsi 5B |
Simbol Gen | STAT5B |
Entrez Gene | 6777(Manusia); 20851(Tikus); 25126 (Tikus) |
SwissProt | P51692(Manusia); P42232(Tikus); P52632(Tikus) |

Analisis Western blot ekspresi STAT5B pada K562 (A), Jurkat (B), THP1 (C), ginjal tikus (D), otot tikus (E), ginjal tikus (F), otot tikus (G) lisat seluruh sel. (Ukuran pita yang diprediksi: 89 kD; Ukuran pita yang diamati: 90 kD)

Analisis imunohistokimia pewarnaan STAT5B pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin kanker ginjal manusia. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. Tyramide-AREX® Fluor 488 (hijau) digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan DAPI (biru).
FAQ
Produk Baru
MSDS
