Antibodi Poliklonal Kelinci SIPUT

Fitur dan detail utama

  • Reaktivitas yang Diprediksi: Manusia, Tikus, Tikus
  • Aplikasi: WB, ICC/JIKA
  • Tuan rumah: Kelinci
  • Klonalitas: poliklonal
  • Sasaran: Siput
  • Merek:
KUCING.TIDAK. : ARA6484
US$ Silakan pilih
US$ Silakan pilih
Ukuran:
Jejak, Ukuran massal atau Permintaan khusus Silakan hubungi kami
Detail Produk
Latar Belakang
Protein jari seng SNAI1 (terkadang disebut sebagai Siput) adalah protein yang pada manusia dikodekan oleh gen SNAI1. Siput adalah keluarga faktor transkripsi yang mendorong represi molekul adhesi E-cadherin untuk mengatur transisi epitel ke mesenkim (EMT) selama perkembangan embrio. Protein embrionik Drosophila SNAI1, umumnya dikenal sebagai Siput, adalah penekan transkripsional jari seng yang menurunkan regulasi ekspresi gen ektodermal di dalam mesoderm. Protein inti yang dikodekan oleh gen ini secara struktural mirip dengan protein Siput Drosophila, dan juga dianggap penting untuk pembentukan mesoderm pada embrio yang sedang berkembang. Setidaknya dua varian dari pseudogen yang diproses serupa telah ditemukan pada kromosom 2. SNAI1 zinc-fingers (ZF) berikatan dengan E-box, wilayah promotor E-cadherin, dan menekan ekspresi molekul adhesi, yang menginduksi sel-sel epitel yang terikat erat untuk melepaskan diri satu sama lain dan bermigrasi ke embrio yang sedang berkembang menjadi sel mesenkim. Proses ini memungkinkan terbentuknya lapisan mesodermal pada embrio yang sedang berkembang. Meskipun SNAI1 terbukti menekan ekspresi E-cadherin dalam sel epitel, penelitian menunjukkan embrio mutan homozigot masih mampu membentuk lapisan mesodermal. Namun, lapisan mesodermal yang ada menunjukkan karakteristik sel epitel dan bukan sel mesenkim (sel mesoderm mutan menunjukkan keadaan terpolarisasi). Penelitian lain menunjukkan bahwa mutasi ZF spesifik berkontribusi terhadap penurunan represi SNAI1 E-cadherin.
Aplikasi

Aplikasi

Rasio Pengenceran

WB

1:500 - 1:5000

ICC/JIKA

1:20 - 1:50

Ikhtisar

Nama Produk

Antibodi Poliklonal Kelinci SIPUT

Tipe Antibodi

Antibodi Poliklonal Kelinci

Imunogen

Protein rekombinan dalam SIPUT manusia aa 1-200.

Reaktivitas Spesies

Manusia, Tikus, Tikus

Berat Molekul

Ukuran pita yang diprediksi: 29 kDa

Kontrol Positif

Lisat sel A549, lisat sel 293T, lisat sel NIH/3T3, lisat sel RAW264.7, lisat sel C6, NIH/3T3.

Konjugasi

tidak terkonjugasi

Formulir

Cair

Penyangga Penyimpanan

PBS (pH7.4), 0,1% BSA, 40% Gliserol. Pengawet: 0,05% Natrium Azida.

Isotipe

IgG

Metode Pemurnian

Afinitas imunogen dimurnikan.

Data

Analisis Western blot SNAIL pada lisat berbeda dengan Antibodi Poliklonal Kelinci SNAIL.

Analisis imunositokimia sel NIH/3T3 yang melabeli SNAIL dengan Antibodi Poliklonal Kelinci SNAIL.
Penyimpanan
Simpan pada suhu 4°C untuk jangka pendek. Untuk penyimpanan jangka panjang, simpan pada suhu -20°C, hindari siklus pembekuan/pencairan.
Hanya Penggunaan Penelitian
Hanya Untuk Penggunaan Penelitian. Tidak untuk digunakan dalam prosedur diagnostik.
Produk Baru
Hubungi AREX
Nama:*
Telp/Telepon:*
Perusahaan:*
Surel:*
Pertanyaan:
Captcha*
Mengirimkan informasi email Anda berarti Anda bersedia menerima informasi email dari AREX mengenai teknologi, aplikasi, produk, dan acara. Dengan mengklik tombol 'berhenti berlangganan' di email atau dengan menghubungi info@arexbio.com Anda dapat berhenti berlangganan kapan saja dengan mengirimkan email. Mengenai informasi penggunaan data Anda, silakan merujuk ke kamikebijakan privasi.
© AREX 2024. Semua Hak Dilindungi Undang-Undang. Peta Situs
1.621271s