Antibodi Monoklonal Kelinci SMC1A (C840)
WB | 1:500 - 1:1000 |
IHC | 1:50 - 1:200 |
Deskripsi | Antibodi monoklonal kelinci rekombinan terhadap SMC1A |
Kekhususan | Mengenali tingkat protein SMC1A endogen |
Tipe Antibodi | Antibodi primer, Rekombinan |
Imunogen | KLH-peptida sintetik terkonjugasi yang mencakup urutan dalam SMC1A manusia. Urutan persisnya adalah hak milik. |
Pemurnian | Antibodi dimurnikan dengan kromatografi afinitas imunogen. |
Berat Molekul | Prediksi: 143 kD; Teramati : 155 kD |
Formulir/Penyangga | Cairan dalam PBS, pH 7,4, mengandung 50% gliserol, 0,2% BSA dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | DXS423E; KIAA0178; SB1.8; SMK1; SMC1L1; Pemeliharaan struktural protein kromosom 1A; protein SMC 1A; SMC-1-alfa; SMC-1A; Sb1.8 |
Simbol Gen | SMC1A |
Entrez Gene | 8243 (Manusia) |
SwissProt | Q14683(Manusia) |

Analisis Western blot terhadap ekspresi SMC1A pada lisat sel utuh Hela (A), Jurkat (B). (Ukuran pita yang diprediksi: 143 kD; Ukuran pita yang diamati: 155 kD)

Analisis imunohistokimia pewarnaan SMC1A pada bagian jaringan tertanam parafin yang difiksasi formalin amandel manusia. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. Tyramide-AREX® Fluor 488 (hijau) digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan DAPI (biru).
FAQ
Produk Baru
MSDS
