Antibodi Poliklonal Kelinci SCARA5
WB | 1:500 - 1:1000 |
IHC | 1:50 - 1:200 |
Deskripsi | Antibodi poliklonal kelinci terhadap SCARA5 |
Kekhususan | Mengenali tingkat protein SCARA5 endogen. |
Tipe Antibodi | Antibodi primer |
Imunogen | Peptida sintetik terkonjugasi KLH-meliputi urutan dalam wilayah terminal C-SCARA5 manusia. Urutan persisnya adalah hak milik. |
Pemurnian | Antibodi dimurnikan dengan kromatografi afinitas imunogen. |
Berat Molekul | Prediksi: 53 kD; Teramati : 54 kD |
Formulir/Penyangga | Cairan dalam 0,42% Kalium fosfat, 0,87% Natrium klorida, pH 7,3, 30% gliserol, dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | Anggota reseptor pemulung kelas A 5; Reseptor pemulung hlg |
Simbol Gen | SCARA5 |
Entrez Gene | 286133(Manusia); 71145 (Tikus) |
SwissProt | Q6ZMJ2(Manusia); Q8K299 (Mouse) |
*Nomor Klon, Reaktivitas, Sumber/Host, dan Klonalitas dapat ditemukan di bagian nama produk dan Fitur Utama di atas.

Analisis Western blot terhadap ekspresi SCARA5 pada lisat sel utuh jantung tikus (A), T47D (B). (Ukuran pita yang diprediksi: 53 kD; Ukuran pita yang diamati: 54 kD)

Analisis imunohistokimia pewarnaan SCARA5 pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin otot rangka manusia. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.
FAQ
Produk Baru
MSDS
