Antibodi Monoklonal Kelinci SATB2 (C1061)
WB | 1:500 - 1:1000 |
IHC | 1:50 - 1:200 |
Deskripsi | Antibodi monoklonal kelinci rekombinan terhadap SATB2 |
Kekhususan | Mengenali tingkat protein SATB2 endogen |
Tipe Antibodi | Antibodi primer, Rekombinan |
Imunogen | KLH-peptida sintetik terkonjugasi yang mencakup urutan dalam SATB2 manusia. Urutan persisnya adalah hak milik. |
Pemurnian | Antibodi dimurnikan dengan kromatografi afinitas imunogen. |
Berat Molekul | Prediksi: 82 kD; Teramati : 81 kD |
Formulir/Penyangga | Cairan dalam PBS, pH 7,4, mengandung 50% gliserol, 0,2% BSA dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | KIAA1034; DNA-protein pengikat SATB2; AT khusus-urutan kaya-protein pengikat 2 |
Simbol Gen | SATB2 |
Entrez Gene | 23314(Manusia); 212712(Tikus) |
SwissProt | Q9UPW6(Manusia); Q8VI24 (Tikus) |

Analisis Western blot ekspresi SATB2 pada HEK293T (A), K562 (B), THP1 (C), otak tikus (D), ginjal tikus (E), otak tikus (F), ginjal tikus (G) lisat seluruh sel. (Ukuran pita yang diprediksi: 82 kD; Ukuran pita yang diamati: 81 kD)

Analisis imunohistokimia pewarnaan SATB2 pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin ginjal tikus. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. Tyramide-AREX® Fluor 488 (hijau) digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan DAPI (biru).
FAQ
Produk Baru
MSDS
