Antibodi Poliklonal Kelinci RPS15A
WB | 1:500 - 1:2000 |
IHC | 1:50 - 1:200 |
Deskripsi | Antibodi poliklonal kelinci terhadap RPS15A |
Kekhususan | Mengenali tingkat protein RPS15A endogen. |
Tipe Antibodi | Antibodi primer |
Imunogen | Protein fusi rekombinan RPS15A manusia |
Pemurnian | Antibodi dimurnikan dengan kromatografi afinitas imunogen. |
Berat Molekul | Prediksi : 14 kD; Teramati : 14 kD |
Formulir/Penyangga | Cairan dalam 0,42% Kalium fosfat, 0,87% Natrium klorida, pH 7,3, 30% gliserol, dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | protein ribosom 40S S15a |
Simbol Gen | RPS15A |
Entrez Gene | 6210(Manusia); 267019(Tikus); 117053 (Tikus) |
SwissProt | P62244(Manusia); P62245(Tikus); P62246(Tikus) |
*Nomor Klon, Reaktivitas, Sumber/Host, dan Klonalitas dapat ditemukan di bagian nama produk dan Fitur Utama di atas.

Analisis Western blot terhadap ekspresi RPS15A pada SW480 (A), HepG2 (B), hati tikus (C), ginjal tikus (D), lisat sel utuh hati tikus (E). (Ukuran pita yang diprediksi: 14 kD; Ukuran pita yang diamati: 14 kD)

Analisis imunohistokimia pewarnaan RPS15A pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin ovarium tikus. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.
FAQ
Produk Baru
MSDS
