Antibodi Poliklonal Kelinci RPL11
WB | 1:500 - 1:1000 |
IHC | 1:50 - 1:100 |
Deskripsi | Antibodi poliklonal kelinci terhadap RPL11 |
Kekhususan | Mengenali tingkat protein RPL11 endogen. |
Tipe Antibodi | Antibodi primer |
Imunogen | Peptida sintetik terkonjugasi KLH-meliputi urutan dalam wilayah istilah C-rPL11 manusia. Urutan persisnya adalah hak milik. |
Pemurnian | Antibodi dimurnikan dengan kromatografi afinitas imunogen. |
Berat Molekul | Prediksi : 20 kD; Diamati : 20 kD |
Formulir/Penyangga | Cairan dalam 0,42% Kalium fosfat, 0,87% Natrium klorida, pH 7,3, 30% gliserol, dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | protein ribosom 60S L11; CLL-antigen terkait KW-12 |
Simbol Gen | RPL11 |
Entrez Gene | 6135(Manusia); 67025(Tikus); 362631(Tikus) |
SwissProt | P62913(Manusia); Q9CXW4(Tikus); P62914(Tikus) |
*Nomor Klon, Reaktivitas, Sumber/Host, dan Klonalitas dapat ditemukan di bagian nama produk dan Fitur Utama di atas.

Analisis Western blot ekspresi RPL11 pada lisat sel utuh HEK293T (A), paru-paru tikus (B), paru-paru tikus (C). (Ukuran pita yang diprediksi: 20 kD; Ukuran pita yang diamati: 20 kD)

Analisis imunohistokimia pewarnaan RPL11 pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin kanker perut manusia. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.
FAQ
Produk Baru
MSDS
