Antibodi Monoklonal Kelinci RhoA (C918)
WB | 1:500 - 1:1000 |
IHC | 1:50 - 1:200 |
Deskripsi | Antibodi monoklonal kelinci rekombinan terhadap RhoA |
Kekhususan | Mengenali kadar protein RhoA endogen |
Tipe Antibodi | Antibodi primer, Rekombinan |
Imunogen | KLH-peptida sintetik terkonjugasi yang mencakup urutan dalam RhoA manusia. Urutan persisnya adalah hak milik. |
Pemurnian | Antibodi dimurnikan dengan kromatografi afinitas imunogen. |
Berat Molekul | Prediksi : 21 kD; Observasi : 22 kD |
Formulir/Penyangga | Cairan dalam PBS, pH 7,4, mengandung 50% gliserol, 0,2% BSA dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | ARH12; ARHA; RHO12; Mengubah protein RhoA; Klon cDNA Rho 12; jam 12 |
Simbol Gen | RHOA |
Entrez Gene | 387(Manusia); 11848 (Tikus) |
SwissProt | P61586(Manusia); Q9QUI0 (Mouse) |

Analisis Western blot terhadap ekspresi RhoA pada lisat sel utuh A549 (A), THP1 (B), hati tikus (C), ginjal tikus (D). (Ukuran pita yang diprediksi: 21 kD; Ukuran pita yang diamati: 22 kD)

Analisis imunohistokimia pewarnaan RhoA pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin kanker paru-paru manusia. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. Tyramide-AREX® Fluor 488 (hijau) digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan DAPI (biru).
FAQ
Produk Baru
MSDS
