Antibodi Poliklonal Kelinci PKC eta
WB | 1:500 - 1:1000 |
IHC | 1:50 - 1:200 |
Deskripsi | Antibodi poliklonal kelinci terhadap PKC eta |
Kekhususan | Mengenali kadar protein eta PKC endogen. |
Tipe Antibodi | Antibodi primer |
Imunogen | Peptida sintetik terkonjugasi KLH-meliputi urutan dalam wilayah N-terminal eta PKC manusia. Urutan persisnya adalah hak milik. |
Pemurnian | Antibodi dimurnikan dengan kromatografi afinitas imunogen. |
Berat Molekul | Prediksi: 77 kD; Diamati: 60 kD |
Formulir/Penyangga | Cairan dalam 0,42% Kalium fosfat, 0,87% Natrium klorida, pH 7,3, 30% gliserol, dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | PKCL; PRKCL; Tipe protein kinase C eta; PKC-L; nPKC-eta |
Simbol Gen | PRKCH |
Entrez Gene | 5583 (Manusia) |
SwissProt | P24723(Manusia) |
*Nomor Klon, Reaktivitas, Sumber/Host, dan Klonalitas dapat ditemukan di bagian nama produk dan Fitur Utama di atas.

Analisis Western blot ekspresi eta PKC pada lisat sel utuh A431 (A), HL60 (B), NCIH460 (C). (Ukuran pita yang diprediksi: 77 kD; Ukuran pita yang diamati: 60 kD)

Analisis imunohistokimia pewarnaan eta PKC pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin karsinoma payudara manusia. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.
FAQ
Produk Baru
MSDS
