Antibodi Poliklonal Kelinci PKA C beta
WB | 1:500 - 1:1000 |
IHC | 1:100 - 1:200 |
Deskripsi | Antibodi poliklonal kelinci terhadap PKA C beta |
Kekhususan | Mengenali kadar protein beta PKA C endogen. |
Tipe Antibodi | Antibodi primer |
Imunogen | Peptida sintetik terkonjugasi KLH-meliputi urutan dalam wilayah istilah C- PKA C beta manusia. Urutan persisnya adalah hak milik. |
Pemurnian | Antibodi dimurnikan dengan kromatografi afinitas imunogen. |
Berat Molekul | Prediksi : 40 kD; Teramati : 43 kD |
Formulir/Penyangga | Cairan dalam 0,42% Kalium fosfat, 0,87% Natrium klorida, pH 7,3, 30% gliserol, dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | cAMP-beta subunit katalitik protein kinase yang bergantung; PKA C-beta |
Simbol Gen | PRKACB |
Entrez Gene | 5567(Manusia); 18749(Tikus); 293508(Tikus) |
SwissProt | P22694(Manusia); P68181(Tikus); P68182(Tikus) |
*Nomor Klon, Reaktivitas, Sumber/Host, dan Klonalitas dapat ditemukan di bagian nama produk dan Fitur Utama di atas.

Analisis Western blot ekspresi beta PKA C pada lisat seluruh sel K562 (A), A549 (B), C6 (C). (Ukuran pita yang diprediksi: 40 kD; Ukuran pita yang diamati: 43 kD)

Analisis imunohistokimia pewarnaan PKA C beta pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin otak manusia. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.
FAQ
Produk Baru
MSDS
