PEN-2 Antibodi Monoklonal Kelinci (C1450)
WB | 1:500 - 1:1000 |
IHC | 1:50 - 1:200 |
Deskripsi | Antibodi monoklonal kelinci rekombinan terhadap PEN-2 |
Kekhususan | Mengenali kadar protein PEN-2 endogen |
Tipe Antibodi | Antibodi primer, Rekombinan |
Imunogen | Peptida sintetik terkonjugasi KLH-meliputi rangkaian dalam protein PEN-2 manusia. Urutan persisnya adalah hak milik. |
Pemurnian | Antibodi dimurnikan dengan kromatografi afinitas imunogen. |
Berat Molekul | Prediksi : 12 kD; Observasi : 13 kD |
Formulir/Penyangga | Cairan dalam PBS, pH 7,4, mengandung 50% gliserol, 0,2% BSA dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | PEN2; Gamma-sekretase subunit PEN-2; Protein penambah presenilin 2 |
Simbol Gen | PSENEN |
Entrez Gene | 55851(Manusia); 66340(Tikus); 292788(Tikus) |
SwissProt | Q9NZ42(Manusia); Q9CQR7(Tikus); Q6QI68(Tikus) |

Analisis Western blot ekspresi PEN-2 pada MCF7 (A), PC3 (B), THP1 (C), hati tikus (D), ginjal tikus (E), hati tikus (F), ginjal tikus (G) lisat seluruh sel. (Ukuran pita yang diprediksi: 12 kD; Ukuran pita yang diamati: 13 kD)

Analisis imunohistokimia pewarnaan PEN-2 pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin ginjal manusia. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.
FAQ
Produk Baru
MSDS
