Antibodi Monoklonal Tikus PCNA (C3672)
WB | 1:500 - 1:1000 |
IHC | 1:100 - 1:500 |
Deskripsi | Antibodi monoklonal tikus terhadap PCNA |
Kekhususan | Mengenali tingkat protein PCNA endogen. |
Tipe Antibodi | Antibodi primer |
Imunogen | Peptida sintetik terkonjugasi KLH-meliputi urutan dalam wilayah istilah C-PCNA manusia. Urutan persisnya adalah hak milik. |
Pemurnian | Antibodi ini dimurnikan melalui kolom protein G. |
Berat Molekul | Prediksi : 28 kD; Diamati: 35 kD |
Formulir/Penyangga | IgG1 tikus. Cairan dalam PBS, pH 7,3, 30% gliserol, dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | Antigen inti sel yang berkembang biak; PCNA; Siklin |
Simbol Gen | PCNA |
Entrez Gene | 5111(Manusia); 18538(Tikus); 25737 (Tikus) |
SwissProt | P12004(Manusia); P17918(Tikus); P04961(Tikus) |
*Nomor Klon, Reaktivitas, Sumber/Host, dan Klonalitas dapat ditemukan di bagian nama produk dan Fitur Utama di atas.

Analisis Western blot ekspresi PCNA pada lisat sel utuh C2C12 (A), C6 (B), Hela (C), L929 (D), MCF7 (E). (Ukuran pita yang diprediksi: 28 kD; Ukuran pita yang diamati: 35 kD)

Analisis imunohistokimia pewarnaan PCNA pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin kanker ovarium manusia. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.

Analisis Western blot ekspresi PCNA pada lisat sel HeLa tipe liar (WT) dan knockdown (KD).
FAQ
Produk Baru
MSDS
