Antibodi Poliklonal Kelinci NDUFAF3
WB | 1:500 - 1:1000 |
IHC | 1:50 - 1:200 |
Deskripsi | Antibodi poliklonal kelinci terhadap NDUFA3 |
Kekhususan | Mengenali tingkat protein NDUFA3 endogen. |
Tipe Antibodi | Antibodi primer |
Imunogen | Peptida sintetik terkonjugasi KLH-meliputi urutan dalam wilayah terminal N-NDUFAF3 manusia. Urutan persisnya adalah hak milik. |
Pemurnian | Antibodi dimurnikan dengan kromatografi afinitas imunogen. |
Berat Molekul | Prediksi : 20 kD; Observasi : 17 kD |
Formulir/Penyangga | Cairan dalam 0,42% Kalium fosfat, 0,87% Natrium klorida, pH 7,3, 30% gliserol, dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | C3orf60; NADH dehidrogenase [ubiquinone] 1 faktor perakitan subkompleks alfa 3 |
Simbol Gen | NDUFA3 |
Entrez Gene | 25915(Manusia); 66706(Tikus) |
SwissProt | Q9BU61(Manusia); Q9JKL4 (Tikus) |
*Nomor Klon, Reaktivitas, Sumber/Host, dan Klonalitas dapat ditemukan di bagian nama produk dan Fitur Utama di atas.

Analisis Western blot ekspresi NDUFA3 pada lisat seluruh sel PC3 (A). (Ukuran pita yang diprediksi: 20 kD; Ukuran pita yang diamati: 17 kD)

Analisis imunohistokimia pewarnaan NDUFAF3 pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin paru-paru manusia. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.
FAQ
Produk Baru
MSDS
