Antibodi Monoklonal Kelinci MAGEA1 (C725)
IHC | 1:200 - 1:1000 |
Deskripsi | Antibodi monoklonal kelinci rekombinan terhadap MAGEA1 |
Kekhususan | Mengenali tingkat protein MAGEA1 endogen |
Tipe Antibodi | Antibodi primer, Rekombinan |
Imunogen | Protein fusi rekombinan MAGEA1 manusia. Urutan persisnya adalah hak milik. |
Pemurnian | Antibodi dimurnikan dengan kromatografi afinitas imunogen. |
Berat Molekul | T/A |
Formulir/Penyangga | Cairan dalam PBS, pH 7,4, mengandung 50% gliserol, 0,05% BSA dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | PENYIHIR1; PENYIHIR1A; Melanoma-antigen terkait 1; Antigen MZ2-E; Antigen kanker/testis 1.1; CT1.1; PENYIHIR-1 antigen |
Simbol Gen | PENYIHIR1 |
Entrez Gene | 4100 (Manusia) |
SwissProt | P43355(Manusia) |

Analisis imunohistokimia pewarnaan MAGEA1 pada bagian jaringan tertanam parafin terfiksasi formalin testis manusia. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.
FAQ
Produk Baru
MSDS
