Antibodi Monoklonal Kelinci Loricrin (C945)
WB | 1:500 - 1:1000 |
IHC | 1:50 - 1:200 |
Deskripsi | Antibodi monoklonal kelinci rekombinan terhadap Loricrin |
Kekhususan | Mengenali kadar protein Loricrin endogen |
Tipe Antibodi | Antibodi primer, Rekombinan |
Imunogen | KLH-peptida sintetik terkonjugasi yang mencakup urutan dalam Loricrin manusia. Urutan persisnya adalah hak milik. |
Pemurnian | Antibodi dimurnikan dengan kromatografi afinitas imunogen. |
Berat Molekul | Prediksi : 25 kD; Teramati : 38 kD |
Formulir/Penyangga | Cairan dalam PBS, pH 7,4, mengandung 50% gliserol, 0,2% BSA dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | LRN; Lorikrin |
Simbol Gen | TUAN |
Entrez Gene | 4014(Manusia); 16939(Tikus) |
SwissProt | P23490(Manusia); P18165(Tikus) |

Analisis Western blot terhadap ekspresi Loricrin pada lisat sel utuh HCT116 (A), hati tikus (B). (Ukuran pita yang diprediksi: 25 kD; Ukuran pita yang diamati: 38 kD)

Analisis imunohistokimia pewarnaan Loricrin pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin kulit tikus. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.
FAQ
Produk Baru
MSDS
