Antibodi Poliklonal Kelinci JNK1/2/3
WB | 1:500 - 1:1000 |
IHC | 1:50 - 1:100 |
JIKA/ICC | 1:50 - 1:200 |
Deskripsi | Antibodi poliklonal kelinci terhadap JNK1/2/3 |
Kekhususan | Mengenali kadar protein JNK1/2/3 endogen. |
Tipe Antibodi | Antibodi primer |
Imunogen | Peptida sintetik terkonjugasi KLH-meliputi urutan dalam wilayah istilah C-JNK1/2/3 manusia. Urutan persisnya adalah hak milik. |
Pemurnian | Antibodi dimurnikan dengan kromatografi afinitas imunogen. |
Berat Molekul | Prediksi: 48; Diamati: 54; 46 kD |
Formulir/Penyangga | Cairan dalam 0,42% Kalium fosfat, 0,87% Natrium klorida, pH 7,3, 30% gliserol, dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | MAPK8; JNK1; PRKM8; SAPK1; SAPK1C; Mitogen-protein kinase teraktivasi 8; PETA kinase 8; JNK-46; Stres - protein kinase teraktivasi 1c; SAPK1c; Stres-protein kinase teraktivasi JNK1; c-Jun N-terminal kinase 1; MAPK9; JNK2; PRKM9; SAPK1A; Mitogen-protein kinase teraktivasi 9; PETA kinase 9; JNK-55; Stres - protein kinase 1a teraktivasi; SAPK1a; Stres-protein kinase teraktivasi JNK2; c-Jun N-terminal kinase 2; MAPK10; JNK3; JNK3A; PRKM10; SAPK1B; Mitogen-protein kinase teraktivasi 10; PETA kinase 10; PETA kinase p49 3F12; Stres - protein kinase 1b teraktivasi; SAPK1b; Stres - protein kinase teraktivasi JNK3; c-Jun N-terminal kinase 3 |
Simbol Gen | MAPK8; MAPK9; MAPK10 |
Entrez Gene | 5599; 5601; 5602(Manusia); 26419; 26420(Tikus); 116554; 50658; 25272 (Tikus) |
SwissProt | P45983; P45984; P53779(Manusia); Q91Y86; Q9WTU6; Q61831(Tikus); P49185; P49186; P49187(Tikus) |
*Nomor Klon, Reaktivitas, Sumber/Host, dan Klonalitas dapat ditemukan di bagian nama produk dan Fitur Utama di atas.

Analisis Western blot ekspresi JNK1/2/3 pada lisat sel utuh HEK293T (A), Hela (B), otak tikus (C), otak tikus (D). (Ukuran pita yang diprediksi: 48; 48; 52 kD; Ukuran pita yang diamati: 54; 46 kD)

Analisis imunohistokimia pewarnaan JNK1/2/3 pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin otak manusia. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.

Analisis imunofluoresen pewarnaan JNK1/2/3 pada sel NIH3T3. Sel yang difiksasi formalin-dipermeabilisasi dengan 0,1% Triton X-100 dalam TBS selama 5-10 menit dan diblok dengan 3% BSA-PBS selama 30 menit pada suhu kamar. Sel diperiksa dengan antibodi primer dalam 3% BSA-PBS dan diinkubasi semalaman pada suhu 4 °C dalam ruang yang dilembabkan. Sel dicuci dengan PBST dan diinkubasi dengan antibodi sekunder terkonjugasi DyLight 594-(merah) dalam PBS pada suhu kamar dalam gelap.
FAQ
Produk Baru
MSDS
