Antibodi Poliklonal Kelinci IKK epsilon
WB | 1:500 - 1:1000 |
IHC | 1:50 - 1:200 |
Deskripsi | Antibodi poliklonal kelinci terhadap IKK epsilon |
Kekhususan | Mengenali kadar protein IKK epsilon endogen. |
Tipe Antibodi | Antibodi primer |
Imunogen | Protein fusi rekombinan IKK epsilon manusia |
Pemurnian | Antibodi dimurnikan dengan kromatografi afinitas imunogen. |
Berat Molekul | Prediksi: 70; Teramati : 93 kD |
Formulir/Penyangga | Cairan dalam 0,42% Kalium fosfat, 0,87% Natrium klorida, pH 7,3, 30% gliserol, dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | IKKE; IKKI; KIAA0151; Penghambat faktor nuklir kappa-B kinase subunit epsilon; I-kappa-B kinase epsilon; IKK-E; IKK-epsilon; IkBKE; Induksi I kappa-B kinase; IKK-i |
Simbol Gen | IKBKE |
Entrez Gene | 9641(Manusia); 56489(Tikus) |
SwissProt | Q14164(Manusia); Q9R0T8(Tikus) |
*Nomor Klon, Reaktivitas, Sumber/Host, dan Klonalitas dapat ditemukan di bagian nama produk dan Fitur Utama di atas.

Analisis Western blot terhadap ekspresi IKK epsilon pada lisat sel utuh SW480 (A), MCF7 (B), hati tikus (C). (Ukuran pita yang diprediksi: 70; 80 kD; Ukuran pita yang diamati: 93 kD)

Analisis imunohistokimia pewarnaan IKK epsilon pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin kanker usus besar manusia. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.
FAQ
Produk Baru
MSDS
