Antibodi Monoklonal Kelinci IgG (C1137)
WB | 1:500 - 1:1000 |
IHC | 1:100 - 1:200 |
Deskripsi | Antibodi monoklonal kelinci rekombinan terhadap IgG |
Kekhususan | Mengenali kadar protein IgG endogen |
Tipe Antibodi | Antibodi primer, Rekombinan |
Imunogen | KLH-peptida sintetik terkonjugasi yang mencakup urutan dalam IgG manusia. Urutan persisnya adalah hak milik. |
Pemurnian | Antibodi dimurnikan dengan kromatografi afinitas imunogen. |
Berat Molekul | Prediksi: 43; Teramati : 52 kD |
Formulir/Penyangga | Cairan dalam PBS, pH 7,4, mengandung 50% gliserol, 0,2% BSA dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | Ig gamma-1 wilayah rantai C; Ig gamma-2 rantai wilayah C; Ig gamma-3 rantai wilayah C; HDC; Protein penyakit rantai berat; Ig gamma-4 rantai wilayah C |
Simbol Gen | IGHG1; IGHG2; IGHG3; IGHG4 |
Entrez Gene | 3500; 3501; 3502; 3503 (Manusia) |
SwissProt | P01857; P01859; P01860; P01861(Manusia) |

Analisis Western blot terhadap ekspresi IgG pada lisat seluruh sel K562 (A). (Ukuran pita yang diprediksi: 43; 36; 43; 35 kD; Ukuran pita yang diamati: 52 kD)

Analisis imunohistokimia pewarnaan IgG pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin usus besar manusia. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.
FAQ
Produk Baru
MSDS
