Antibodi Poliklonal Kelinci HLA-DQA1
WB | 1:500 - 1:2000 |
IHC | 1:50 - 1:200 |
Deskripsi | Antibodi poliklonal kelinci terhadap HLA-DQA1 |
Kekhususan | Mengenali kadar protein HLA-DQA1 endogen. |
Tipe Antibodi | Antibodi primer |
Imunogen | Protein fusi rekombinan HLA-DQA1 manusia |
Pemurnian | Antibodi dimurnikan dengan kromatografi afinitas imunogen. |
Berat Molekul | Prediksi : 27 kD; Observasi : 28-37kD |
Formulir/Penyangga | Cairan dalam 0,42% Kalium fosfat, 0,87% Natrium klorida, pH 7,3, 30% gliserol, dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | Antigen histokompatibilitas HLA kelas II, rantai DQ alpha 1; DC-1 rantai alfa; DC-alfa; HLA-DCA; MHC kelas II DQA1 |
Simbol Gen | HLA-DQA1 |
Entrez Gene | 100509457; 3117 (Manusia) |
SwissProt | P01909(Manusia) |
*Nomor Klon, Reaktivitas, Sumber/Host, dan Klonalitas dapat ditemukan di bagian nama produk dan Fitur Utama di atas.

Analisis Western blot ekspresi HLA-DQA1 pada lisat seluruh sel SW620 (A), HT29 (B), otak tikus (C), perut tikus (D). (Ukuran pita yang diprediksi: 27 kD; Ukuran pita yang diamati: 28-37 kD)

Analisis imunohistokimia pewarnaan HLA-DQA1 pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin prostat manusia. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.
FAQ
Produk Baru
MSDS
