Antibodi Poliklonal Kelinci FDCSP
WB | 1:500 - 1:1000 |
IHC | 1:50 - 1:200 |
Deskripsi | Antibodi poliklonal kelinci terhadap FDCSP |
Kekhususan | Mengenali tingkat protein FDCSP endogen |
Tipe Antibodi | Antibodi primer |
Imunogen | Peptida sintetik terkonjugasi KLH-meliputi urutan dalam wilayah istilah C-FDCSP manusia. Urutan persisnya adalah hak milik. |
Pemurnian | Antibodi dimurnikan dengan kromatografi afinitas imunogen. |
Berat Molekul | Prediksi : 9 kD; Observasi : 22 kD |
Formulir/Penyangga | Cairan dalam 0,42% Kalium fosfat, 0,87% Natrium klorida, pH 7,3, 30% gliserol, dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | C4orf7; Peptida yang disekresi sel dendritik folikel; FDC mengeluarkan protein; FDC-SP |
Simbol Gen | FDCSP |
Entrez Gene | 260436(Manusia) |
SwissProt | Q8NFU4 (Manusia) |
*Nomor Klon, Reaktivitas, Sumber/Host, dan Klonalitas dapat ditemukan di bagian nama produk dan Fitur Utama di atas.

Analisis Western blot ekspresi FDCSP pada lisat seluruh sel Myla2059 (A), SGC7901 (B). (Ukuran pita yang diprediksi: 9 kD; Ukuran pita yang diamati: 22 kD)

Analisis imunohistokimia pewarnaan FDCSP pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin karsinoma hati manusia. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.
FAQ
Produk Baru
MSDS
