Antibodi Monoklonal Tikus Faktor XIIIa (C2211)
IHC | 1:100 - 1:300 |
Deskripsi | Antibodi monoklonal tikus terhadap Faktor XIIIa |
Kekhususan | Mengenali kadar protein Faktor XIIIa endogen. |
Tipe Antibodi | Antibodi primer |
Imunogen | KLH-peptida sintetik terkonjugasi yang mencakup urutan dalam Faktor XIIIa manusia. Urutan persisnya adalah hak milik. |
Pemurnian | Antibodi dimurnikan dengan kromatografi afinitas imunogen. |
Berat Molekul | T/A |
Formulir/Penyangga | IgG2a tikus. Cairan dalam PBS mengandung 50% gliserol, 0,2% BSA dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | F13A; Faktor koagulasi rantai XIII A; faktor koagulasi XIIIa; Protein-glutamin gamma-glutamiltransferase Rantai A; Rantai transglutaminase A |
Simbol Gen | F13A1 |
Entrez Gene | 2162 (Manusia) |
SwissProt | P00488(Manusia) |
*Nomor Klon, Reaktivitas, Sumber/Host, dan Klonalitas dapat ditemukan di bagian nama produk dan Fitur Utama di atas.

Analisis imunohistokimia pewarnaan Faktor XIIIa pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin histiocytoma fibrosa ganas manusia. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.

Analisis imunohistokimia pewarnaan Faktor XIIIa pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin usus buntu manusia. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.

Analisis imunohistokimia pewarnaan Faktor XIIIa pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin hati manusia. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.
FAQ
Produk Baru
MSDS
