Antibodi Poliklonal Kelinci Faktor I
WB | 1:500 - 1:1000 |
IHC | 1:50 - 1:100 |
Deskripsi | Antibodi poliklonal kelinci terhadap Faktor I |
Kekhususan | Mengenali kadar protein Faktor I endogen. |
Tipe Antibodi | Antibodi primer |
Imunogen | Peptida sintetik terkonjugasi KLH-meliputi rangkaian di wilayah tengah Faktor I manusia. Urutan pastinya merupakan hak milik. |
Pemurnian | Antibodi dimurnikan dengan kromatografi afinitas imunogen. |
Berat Molekul | Prediksi : 65 kD; Teramati : 66 kD |
Formulir/Penyangga | Cairan dalam 0,42% Kalium fosfat, 0,87% Natrium klorida, pH 7,3, 30% gliserol, dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | JIKA; Faktor pelengkap I; Inaktivator C3B/C4B |
Simbol Gen | Keuangan |
Entrez Gene | 3426(Manusia); 12630(Tikus); 79126(Tikus) |
SwissProt | P05156(Manusia); Q61129(Tikus); Q9WUW3(Tikus) |
*Nomor Klon, Reaktivitas, Sumber/Host, dan Klonalitas dapat ditemukan di bagian nama produk dan Fitur Utama di atas.

Analisis Western blot terhadap ekspresi Faktor I pada lisat sel utuh A549 (A), ginjal tikus (B), hati tikus (C), ginjal tikus (D). (Ukuran pita yang diprediksi: 65 kD; Ukuran pita yang diamati: 66 kD)

Analisis imunohistokimia pewarnaan Faktor I pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin kanker ginjal manusia. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.
FAQ
Produk Baru
MSDS
