Antibodi Monoklonal Kelinci EPHX2 (C815)
WB | 1:500 - 1:1000 |
IHC | 1:50 - 1:200 |
Deskripsi | Antibodi monoklonal kelinci rekombinan terhadap EPHX2 |
Kekhususan | Mengenali tingkat protein EPHX2 endogen |
Tipe Antibodi | Antibodi primer, Rekombinan |
Imunogen | KLH-peptida sintetik terkonjugasi yang mencakup urutan dalam EPHX2 manusia. Urutan persisnya adalah hak milik. |
Pemurnian | Antibodi dimurnikan dengan kromatografi afinitas imunogen. |
Berat Molekul | Prediksi : 62 kD; Diamati: 70 kD |
Formulir/Penyangga | Cairan dalam PBS, pH 7,4, mengandung 50% gliserol, 0,2% BSA dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | Hidrolase epoksida bifungsional 2 |
Simbol Gen | EPHX2 |
Entrez Gene | 2053 (Manusia) |
SwissProt | P34913(Manusia) |

Analisis Western blot ekspresi EPHX2 pada lisat sel utuh HEK293T (A), MCF7 (B), Jurkat (C). (Ukuran pita yang diprediksi: 62 kD; Ukuran pita yang diamati: 70 kD)

Analisis imunohistokimia pewarnaan EPHX2 pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin ginjal manusia. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. Tyramide-AREX® Fluor 488 (hijau) digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan DAPI (biru).
FAQ
Produk Baru
MSDS
