Antibodi Monoklonal Tikus eNOS (C2126)
WB | 1:500 - 1:2000 |
IHC | 1:200 - 1:500 |
Deskripsi | Antibodi monoklonal tikus terhadap eNOS |
Kekhususan | Mengenali kadar protein eNOS endogen. |
Tipe Antibodi | Antibodi primer |
Imunogen | Protein rekombinan yang sesuai dengan eNOS manusia. |
Pemurnian | Kromatografi afinitas |
Berat Molekul | Prediksi: 133; Teramati : 133 kD |
Formulir/Penyangga | Cairan dalam 0,42% Kalium fosfat, 0,87% Natrium klorida, pH 7,3, 30% gliserol, dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | Endotel oksida nitrat sintase; NOS Konstitutif; cNOS; EC-NOS; NOS endotel; enos; NOS tipe III; NOSIII |
Simbol Gen | NOS3 |
Entrez Gene | 4846(Manusia); 18127(Tikus); 24600 (Tikus) |
SwissProt | P29474(Manusia); P70313(Tikus); Q62600(Tikus) |
*Nomor Klon, Reaktivitas, Sumber/Host, dan Klonalitas dapat ditemukan di bagian nama produk dan Fitur Utama di atas.

Analisis Western blot ekspresi eNOS pada lisat sel utuh jantung tikus (A). (Ukuran pita yang diprediksi: 133; 69 kD; Ukuran pita yang diamati: 133 kD)

Analisis imunohistokimia pewarnaan eNOS pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin usus tikus. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.
FAQ
Produk Baru
MSDS
