Antibodi Monoklonal Kelinci E2F4 (C1128)
WB | 1:500 - 1:1000 |
IHC | 1:50 - 1:200 |
Deskripsi | Antibodi monoklonal kelinci rekombinan terhadap E2F4 |
Kekhususan | Mengenali tingkat protein E2F4 endogen |
Tipe Antibodi | Antibodi primer, Rekombinan |
Imunogen | KLH-peptida sintetik terkonjugasi yang mencakup urutan dalam E2F4 manusia. Urutan persisnya adalah hak milik. |
Pemurnian | Antibodi dimurnikan dengan kromatografi afinitas imunogen. |
Berat Molekul | Prediksi : 43 kD; Diamati: 60 kD |
Formulir/Penyangga | Cairan dalam PBS, pH 7,4, mengandung 50% gliserol, 0,2% BSA dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | Faktor transkripsi E2F4; E2F-4 |
Simbol Gen | E2F4 |
Entrez Gene | 1874 (Manusia) |
SwissProt | Q16254(Manusia) |

Analisis Western blot ekspresi E2F4 pada lisat seluruh sel Jurkat (A). (Ukuran pita yang diprediksi: 43 kD; Ukuran pita yang diamati: 60 kD)

Analisis imunohistokimia pewarnaan E2F4 pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin perut manusia. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.
FAQ
Produk Baru
MSDS
