Antibodi Monoklonal Tikus CDX2 (C2108)
WB | 1:1000 - 1:2000 |
IHC | 1:100 - 1:200 |
Deskripsi | Antibodi monoklonal tikus terhadap CDX2 |
Kekhususan | Mengenali tingkat protein CDX2 endogen. |
Tipe Antibodi | Antibodi primer |
Imunogen | KLH-peptida sintetik terkonjugasi yang mencakup rangkaian CDX2 manusia. Urutan persisnya adalah hak milik. |
Pemurnian | Kromatografi afinitas |
Berat Molekul | Prediksi: 33 kD; Teramati : 42 kD |
Formulir/Penyangga | Cairan dalam 0,42% Kalium fosfat, 0,87% Natrium klorida, pH 7,3, 30% gliserol, dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | CDX3; CDX protein homeobox-2; CDX-3; Kaudal - ketik protein homeobox 2 |
Simbol Gen | CDX2 |
Entrez Gene | 1045(Manusia); 12591 (Tikus) |
SwissProt | Q99626(Manusia); P43241(Tikus) |
*Nomor Klon, Reaktivitas, Sumber/Host, dan Klonalitas dapat ditemukan di bagian nama produk dan Fitur Utama di atas.

Analisis Western blot terhadap ekspresi CDX2 pada lisat sel utuh 293T (A), jantung tikus (B). (Ukuran pita yang diprediksi: 33 kD; Ukuran pita yang diamati: 42 kD)

Analisis imunohistokimia pewarnaan CDX2 pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin kanker dubur manusia. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.
FAQ
Produk Baru
MSDS
