Antibodi Poliklonal Kelinci CDR2
WB | 1:500 - 1:1000 |
IHC | 1:50 - 1:200 |
Deskripsi | Antibodi poliklonal kelinci terhadap CDR2 |
Kekhususan | Mengenali kadar protein CDR2 endogen. |
Tipe Antibodi | Antibodi primer |
Imunogen | Peptida sintetik terkonjugasi KLH-meliputi urutan dalam wilayah terminal C-CDR2 manusia. Urutan persisnya adalah hak milik. |
Pemurnian | Antibodi dimurnikan dengan kromatografi afinitas imunogen. |
Berat Molekul | Prediksi: 51 kD; Teramati : 52 kD |
Formulir/Penyangga | Cairan dalam 0,42% Kalium fosfat, 0,87% Natrium klorida, pH 7,3, 30% gliserol, dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | PCD17; Degenerasi serebelar-protein terkait 2; Antigen paraneoplastik Mayor Yo; Degenerasi otak kecil paraneoplastik-antigen terkait |
Simbol Gen | CDR2 |
Entrez Gene | 101060399; 1039 (Manusia) |
SwissProt | Q01850(Manusia) |
*Nomor Klon, Reaktivitas, Sumber/Host, dan Klonalitas dapat ditemukan di bagian nama produk dan Fitur Utama di atas.

Analisis Western blot terhadap ekspresi CDR2 pada lisat seluruh sel HepG2 (A). (Ukuran pita yang diprediksi: 51 kD; Ukuran pita yang diamati: 52 kD)

Analisis imunohistokimia pewarnaan CDR2 pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin otak kecil manusia. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.
FAQ
Produk Baru
MSDS
