Antibodi Monoklonal Kelinci CD21 (C670)
WB | 1:500 - 1:1000 |
IHC | 1:100 - 1:500 |
Deskripsi | Antibodi monoklonal kelinci rekombinan terhadap CD21 |
Kekhususan | Mengenali kadar protein CD21 endogen |
Tipe Antibodi | Antibodi primer, Rekombinan |
Imunogen | Protein fusi rekombinan CD21 manusia. Urutan persisnya adalah hak milik. |
Pemurnian | Antibodi dimurnikan dengan kromatografi afinitas imunogen. |
Berat Molekul | Prediksi : 112 kD; Teramati: 150, 112 kD |
Formulir/Penyangga | Cairan dalam PBS, pH 7,4, mengandung 50% gliserol, 0,05% BSA dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | C3DR; Reseptor komplemen tipe 2; Kr2; Melengkapi reseptor C3d; Reseptor virus Epstein-Barr; reseptor EBV; CD21 |
Simbol Gen | CR2 |
Entrez Gene | 1380 (Manusia) |
SwissProt | P20023(Manusia) |

Analisis Western blot terhadap ekspresi CD21 pada lisat sel utuh A2780 (A), U87 (B). (Ukuran pita yang diprediksi: 112 kD; Ukuran pita yang diamati: 150, 112 kD)

Analisis imunohistokimia pewarnaan CD21 pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin limpa manusia. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.
FAQ
Produk Baru
MSDS
