Antibodi Monoklonal Kelinci CD20 (C627)
IHC | 1:100 - 1:500 |
Deskripsi | Antibodi monoklonal kelinci rekombinan terhadap CD20 |
Kekhususan | Mengenali kadar protein CD20 endogen. |
Tipe Antibodi | Antibodi primer, Rekombinan |
Imunogen | Protein fusi rekombinan CD20 manusia. Urutan persisnya adalah hak milik. |
Pemurnian | Antibodi dimurnikan dengan kromatografi afinitas imunogen. |
Berat Molekul | T/A |
Formulir/Penyangga | Cairan dalam PBS, pH 7,4, mengandung 50% gliserol, 0,05% BSA dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | CD20; antigen B-limfosit CD20; B-antigen permukaan limfosit B1; Bp35; Antigen permukaan leukosit Leu-16; Membran-mencakup 4-domain subfamili A anggota 1; CD20 |
Simbol Gen | MS4A1 |
Entrez Gene | 931 (Manusia) |
SwissProt | P11836(Manusia) |

Analisis imunohistokimia pewarnaan CD20 pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin kanker hati manusia. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.

Analisis imunohistokimia pewarnaan CD20 pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin limfoma sel B-besar manusia yang menyebar. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.
FAQ
Produk Baru
MSDS
