Antibodi Monoklonal Kelinci CD16 (C666)
WB | 1:500 - 1:1000 |
IHC | 1:100 - 1:500 |
Deskripsi | Antibodi monoklonal kelinci rekombinan terhadap CD16 |
Kekhususan | Mengenali kadar protein CD16 endogen |
Tipe Antibodi | Antibodi primer, Rekombinan |
Imunogen | Protein fusi rekombinan CD16 manusia. Urutan persisnya adalah hak milik. |
Pemurnian | Antibodi dimurnikan dengan kromatografi afinitas imunogen. |
Berat Molekul | Prediksi : 29 kD; Diamati: 50 kD |
Formulir/Penyangga | Cairan dalam PBS, pH 7,4, mengandung 50% gliserol, 0,05% BSA dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | CD16A; FCG3; FCGR3; IGFR3; Reseptor wilayah imunoglobulin gamma Fc afinitas rendah III-A; antigen CD16a; Fc-gamma RIII-alfa; Fc-gamma RIII; Fc-gamma RIIIa; FcRIII; FcRIIIa; FcR-10; Reseptor IgG Fc III-2; CD16a |
Simbol Gen | FCGR3A |
Entrez Gene | 2214 (Manusia) |
SwissProt | P08637(Manusia) |

Analisis Western blot terhadap ekspresi CD16 pada lisat sel utuh paru-paru tikus (A). (Ukuran pita yang diprediksi: 29 kD; Ukuran pita yang diamati: 50 kD)

Analisis imunohistokimia pewarnaan CD16 pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin limpa manusia. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.
FAQ
Produk Baru
MSDS
