Antibodi Monoklonal Kelinci CD14 (C663)
WB | 1:500 - 1:1000 |
IHC | 1:100 - 1:500 |
Deskripsi | Antibodi monoklonal kelinci rekombinan terhadap CD14 |
Kekhususan | Mengenali kadar protein CD14 endogen |
Tipe Antibodi | Antibodi primer, Rekombinan |
Imunogen | Protein fusi rekombinan CD14 manusia. Urutan persisnya adalah hak milik. |
Pemurnian | Antibodi dimurnikan dengan kromatografi afinitas imunogen. |
Berat Molekul | Prediksi : 40 kD; Teramati: 50-55, 40 kD |
Formulir/Penyangga | Cairan dalam PBS, pH 7,4, mengandung 50% gliserol, 0,05% BSA dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | Antigen diferensiasi monosit CD14; Sel myeloid-leusin spesifik-kaya glikoprotein; CD14 |
Simbol Gen | CD14 |
Entrez Gene | 929(Manusia); 12475(Tikus); 60350(Tikus) |
SwissProt | P08571(Manusia); P10810(Tikus); Q63691(Tikus) |

Analisis Western blot terhadap ekspresi CD14 pada HepG2 (A), THP1 (B), MCF7 (C), hati tikus (D), ginjal tikus (E), lisat sel utuh hati tikus (F). (Ukuran pita yang diprediksi: 40 kD; Ukuran pita yang diamati: 50-55, 40 kD)

Analisis imunohistokimia pewarnaan CD14 pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin usus besar manusia. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.
FAQ
Produk Baru
MSDS
