Antibodi Poliklonal Kelinci CD13
WB | 1:500 - 1:1000 |
IHC | 1:100 - 1:200 |
Deskripsi | Antibodi poliklonal kelinci terhadap CD13 |
Kekhususan | Mengenali kadar protein CD13 endogen. |
Tipe Antibodi | Antibodi primer |
Imunogen | Peptida sintetik terkonjugasi KLH-meliputi urutan dalam wilayah istilah C- CD13 manusia. Urutan persisnya adalah hak milik. |
Pemurnian | Antibodi dimurnikan dengan kromatografi afinitas imunogen. |
Berat Molekul | Prediksi : 109 kD; Diamati: 150 kD |
Formulir/Penyangga | Cairan dalam 0,42% Kalium fosfat, 0,87% Natrium klorida, pH 7,3, 30% gliserol, dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | APN; CD13; PEPN; Aminopeptidase N; AP-N; terjadi; Alanil aminopeptidase; Aminopeptidase M; AP-M; Aminopeptidase mikrosomal; Glikoprotein membran plasma myeloid CD13; gp150; CD13 |
Simbol Gen | ANPEP |
Entrez Gene | 290(Manusia); 16790(Tikus); 81641 (Tikus) |
SwissProt | P15144(Manusia); P97449(Tikus); P15684(Tikus) |
*Nomor Klon, Reaktivitas, Sumber/Host, dan Klonalitas dapat ditemukan di bagian nama produk dan Fitur Utama di atas.

Analisis Western blot terhadap ekspresi CD13 pada lisat sel utuh THP1 (A), otak tikus (B). (Ukuran pita yang diprediksi: 109 kD; Ukuran pita yang diamati: 150 kD)

Analisis imunohistokimia pewarnaan CD13 pada bagian jaringan tertanam parafin yang difiksasi formalin amandel manusia. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.
FAQ
Produk Baru
MSDS
