c-FER Antibodi Monoklonal Tikus (C3705)
WB | 1:500 - 1:1000 |
IHC | 1:50 - 1:200 |
Deskripsi | Antibodi monoklonal tikus terhadap c-FER |
Kekhususan | Mengenali kadar protein c-FER endogen. |
Tipe Antibodi | Antibodi primer |
Imunogen | Protein fusi rekombinan c-FER manusia. Urutan persisnya adalah hak milik. |
Pemurnian | Antibodi ini dimurnikan melalui kolom protein G. |
Berat Molekul | Prediksi: 94 kD; Teramati : 95 kD |
Formulir/Penyangga | IgG1 tikus kappa. Cairan dalam PBS, pH 7,3, 30% gliserol, dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | TIK3; Tirosin-protein kinase Fer; Virus ensefalitis kucing - kinase terkait FER; Sarkoma unggas Fujinami/sarkoma kucing - protein terkait Fer; Proto-onkogen c-Fer; Tirosin kinase 3; hal94-Fer |
Simbol Gen | FER |
Entrez Gene | 2241 (Manusia); 14158 (Tikus) |
SwissProt | P16591(Manusia); P70451(Tikus) |
*Nomor Klon, Reaktivitas, Sumber/Host, dan Klonalitas dapat ditemukan di bagian nama produk dan Fitur Utama di atas.

Analisis Western blot ekspresi c-FER pada lisat sel utuh Hela (A), A549 (B), NIH3T3 (C). (Ukuran pita yang diprediksi: 94 kD; Ukuran pita yang diamati: 95 kD)

Analisis imunohistokimia pewarnaan c-FER pada bagian jaringan tertanam parafin tetap formalin hati manusia. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.
FAQ
Produk Baru
MSDS
