Antibodi Monoklonal Tikus NP Influenza Burung Luas-Reaktif (ANP_4B5)
KUCING.TIDAK. : AXA0013
US$ Silakan pilih
US$ Silakan pilih
Ukuran:
Jejak, Ukuran massal atau Permintaan khusus Silakan hubungi kami
Latar Belakang
NP virus flu burung adalah protein struktural yang sangat terpelihara, berfungsi sebagai komponen inti kompleks ribonukleoprotein virus. Ia bertanggung jawab untuk merangkum RNA genom virus, melindunginya dari degradasi nuklease inang, dan memediasi proses-proses penting dalam replikasi dan perakitan virus. Karena variabilitas urutannya yang rendah pada beragam subtipe flu burung (termasuk H1, H3, H6, H9, H10, H12, dll.), NP menjadi target ideal untuk mengembangkan alat penelitian berspektrum luas dan strategi intervensi. Agen reaktif luas yang menargetkan NP flu burung dapat berikatan dengan epitop NP yang dilestarikan, memungkinkan deteksi lintas subtipe, netralisasi, atau aktivasi kekebalan. Sifat ini sangat penting untuk mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh munculnya subtipe baru flu burung dan pergeseran antigenik virus secara terus-menerus, mendukung pengembangan reagen diagnostik universal, vaksin, dan terapi antivirus untuk pengendalian flu burung.
Ikhtisar
| Tuan rumah | Tikus |
| Klonalitas | Monoklonal |
| Aplikasi | WB, IFA, ELISA |
| Reaktivitas | Bereaksi dengan beberapa subtipe influenza A (H3, H6, H9, H10, H12) |
| Penampilan | Cair |
| Penyangga Penyimpanan | PBS, 20% Gliserol; Pengawet: 0,05% Natrium Azida |
| Kondisi Penyimpanan | Simpan pada suhu -20°C, berlaku selama 1 tahun. Hindari siklus pembekuan-pencairan berulang. |
| Konsentrasi | 1,45mg/ml |
| Imunogen | Flu Burung H10 |
Aplikasi
|
Aplikasi |
Rasio/Konsentrasi Pengenceran yang Direkomendasikan |
|
WB |
1:1000-2000 |
Data
Gambar 1-1 Karakterisasi WB Antibodi Monoklonal FluA-NP

1: Sel MDCK terinfeksi H9 AIV 2: Sel MDCK Gambar 1-2 IFA
Reaksi Antibodi Monoklonal dengan Subtipe Virus Influenza Berbeda
Hasil WB dan IFA menunjukkan bahwa antibodi ini secara efektif mengenali protein NP yang diekspresikan dalam sel 293T yang ditransfeksi dengan ekspresi eukariotik plasmid pC-NP, serta sel MDCK yang terinfeksi H9 AIV-.

1: Sel MDCK terinfeksi H9 AIV 2: Sel MDCK Gambar 1-2 IFA
Reaksi Antibodi Monoklonal dengan Subtipe Virus Influenza Berbeda

Hasil WB dan IFA menunjukkan bahwa antibodi ini secara efektif mengenali protein NP yang diekspresikan dalam sel 293T yang ditransfeksi dengan ekspresi eukariotik plasmid pC-NP, serta sel MDCK yang terinfeksi H9 AIV-.
Penyimpanan
Simpan pada suhu 4°C untuk jangka pendek. Untuk penyimpanan jangka panjang, simpan pada suhu -20°C, hindari siklus pembekuan/pencairan.
Hanya Penggunaan Penelitian
Hanya Untuk Penggunaan Penelitian. Tidak untuk digunakan dalam prosedur diagnostik.
Produk Baru
