Antibodi Monoklonal Kelinci Beta-aktin (C623)
WB | 1:3000 - 1:10000 |
IHC | 1:100 - 1:200 |
Deskripsi | Antibodi monoklonal kelinci rekombinan terhadap Beta-aktin |
Kekhususan | Mengenali kadar protein Beta-aktin endogen. |
Tipe Antibodi | Antibodi primer, Rekombinan |
Imunogen | Protein fusi rekombinan Beta-aktin manusia. Urutan persisnya adalah hak milik. |
Pemurnian | Antibodi dimurnikan dengan kromatografi afinitas imunogen. |
Berat Molekul | Prediksi: 41 kD; Teramati : 42 kD |
Formulir/Penyangga | Cairan dalam PBS, pH 7,4, mengandung 50% gliserol, 0,05% BSA dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | Aktin, sitoplasma 1; Beta-aktin |
Simbol Gen | ACTB |
Entrez Gene | 60(Manusia); 11461(Tikus); 81822 (Tikus) |
SwissProt | P60709(Manusia); P60710(Tikus); P60711(Tikus) |

Analisis Western blot ekspresi Beta - aktin dalam lisat sel utuh HEK293T (A), H1792 (B), HCT116 (C), otak tikus (D), otak tikus (E). (Ukuran pita yang diprediksi: 41 kD; Ukuran pita yang diamati: 42 kD)

Analisis imunohistokimia pewarnaan Beta-aktin pada bagian jaringan tertanam parafin tetap limfoma formalin. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.

Analisis Western blot ekspresi Beta - aktin dalam lisat sel HeLa tipe liar (WT) dan knockdown (KD).
FAQ
Produk Baru
MSDS
