Antibodi Monoklonal Kelinci AKT1 (C1176)
WB | 1:500 - 1:1000 |
IHC | 1:50 - 1:200 |
Deskripsi | Antibodi monoklonal kelinci rekombinan terhadap AKT1 |
Kekhususan | Mengenali tingkat protein AKT1 endogen |
Tipe Antibodi | Antibodi primer, Rekombinan |
Imunogen | KLH-peptida sintetik terkonjugasi yang mencakup urutan dalam AKT1 manusia. Urutan persisnya adalah hak milik. |
Pemurnian | Antibodi dimurnikan dengan kromatografi afinitas imunogen. |
Berat Molekul | Prediksi: 55; Diamati: 55; 48 kD |
Formulir/Penyangga | Cairan dalam PBS, pH 7,4, mengandung 50% gliserol, 0,2% BSA dan 0,01% natrium azida. |
Nama Alternatif | PKB; RAC; RAC-alfa serin/treonin-protein kinase; Protein kinase B; PKB; Protein kinase B alfa; PKB alfa; Proto-onkogen c-Akt; RAC-PK-alfa |
Simbol Gen | AKT1 |
Entrez Gene | 207(Manusia); 11651 (Tikus) |
SwissProt | P31749(Manusia); P31750(Tikus) |

Analisis Western blot terhadap ekspresi AKT1 pada MCF7 (A), lisat sel utuh hati tikus (B). (Ukuran pita yang diprediksi: 55; 48 kD; Ukuran pita yang diamati: 55; 48 kD)

Analisis imunohistokimia pewarnaan AKT1 pada bagian jaringan tertanam parafin timoma formalin manusia. Bagian tersebut diberi perlakuan awal menggunakan pengambilan antigen yang dimediasi panas dengan buffer natrium sitrat (pH 6,0). Bagian tersebut kemudian diinkubasi dengan antibodi pada suhu kamar dan dideteksi menggunakan sistem polimer kompak terkonjugasi HRP. DAB digunakan sebagai kromogen. Bagian tersebut kemudian diwarnai dengan hematoksilin dan dipasang dengan DPX.
FAQ
Produk Baru
MSDS
